Kunjungan Ziarah Gusdur Dongkrak Angka Wisatawan ke Situ Panjalu Ciamis

Objek wisata Situ Lengkong Panjalu kini sudah menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Objek wisata yang menawarkan keindahan danau serta memiliki keistimewaan terdapat pulau atau nusa di tengah danau seluas 9,25 hektar ini, setiap musim liburan selalu dipadati wisatawan.

Situ Panjalu tak hanya sebagai destinasi wisata hiburan saja, tetapi banyak juga wisatawan yang datang dari berbagai daerah berniat datang untuk berziarah. Maklum, di pulau yang berada di tengah danau Situ Lengkong Panjalu, terdapat sebuah makam keramat. Makam itu adalah tempat dikebumikannya Sanghyang Borosngora, seorang ulama besar sekaligus Raja Panjalu.

Mulai ramainya para peziarah dari luar daerah datang ke makam Sanghyang Borosngora di Situ Lengkong Panjalu, setelah mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gusdur) pada sekitar tahun 2001 berziarah ke tempat tersebut. Alasan Gusdur berziarah ke makam Borosngoro, karena meyakani bahwa Raja Panjalu itu merupakan ulama pertama di wilayah nusantara yang konon hidup di abad ke 7.

Pernyataan Gusdur tersebut tentunya menepis sejumlah literatur yang mengupas tentang sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia. Seperti diketahui, menurut sejumlah literatur sejarah menyebutkan bahwa pengaruh agama islam mulai masuk ke Indonesia pada abad ke 14 atau di era penyebaran islam oleh 9 wali. Sementara dalam sejarah Kerajaan Panjalu bahwa Borosngora hidup pada abad ke 7. Dengan begitu, dalam keyakinan Gusdur bahwa islam sudah masuk ke Indonesia dari abad ke 7 atau setelah Borosngora memeluk agama islam dan menjadi seorang ulama di Panjalu.

Namun, terkait keyakinan Gusdur tersebut ternyata masih menjadi perdebatan. Karena menurut beberapa literatur sejarah menyebutkan pada abad ke 7 atau di masa kejayaan Kerajaan Tarumanagara, nama Panjalu belum disebut-sebut dalam sejarah. Memang sejarah dari daerah Panjalu pada masa Kerajaan Tarumanegara pernah disebut ketika Sanjaya pada sekitar abad ke 7 hendak merebut Galuh dari tangan Purbasora. Waktu itu Sanjaya dapat bala bantuan dari pasukan Rabuyut Sawal saat berperang dengan Purbasora. Dan pasukan Rabuyut Sawal itu berasal dari daerah Panjalu.

Apabila dirunut dari silsilah keturunan kerajaan Panjalu, Sanghyang Borosngora diperkirakan hidup pada sekitar abad 14 atau sezaman dengan Sunan Gunung Jati Cirebon (1448-1568) yang awal mula menyebarkan agama islam di pulau jawa.

300 Ribu Peziarah Setiap Tahun Datang ke Panjalu

Sementara menurut catatan Dinas Parawisata Kabupaten Ciamis, dalam setiap tahun, sedikitnya 300 ribu peziarah datang ke Situ Lengkong Panjalu. Para peziarah yang datang kebanyakan dari wilayah Jawa Timur atau dari warga Nahdiyin yang mengagumi sosok dan keteladanan Gusdur.

Sementara itu, danau Situ Lengkong Panjalu memilki kedalaman sekitar 4 sampai 6 meter. Sedangkan luas pulau atau nusa yang berada di tengah danau seluas 9,25 hektar. Pulau tersebut dikenal dengan sebutan Nusa Gede.

Letak Situ Lengkong Panjalu berada pada kordinat 7 7′ 49.56″ S, 108 16′ 21.26″ E atau di sebelah utara dekat dengan daerah perbatasan antara Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Majalengka.

Untuk menuju ke obyek wisata Situ Lengkong sangatlah mudah. Kalau menggunakan kendaraan dari arah Bandung, dapat ditempuh melalui jalur Nagreg, Malangbong, Rajapolah, Panjalu atau dengan jarak sekitar 100 Km.

Patokannya, apabila perjalanan sudah sampai di perbatasan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dengan Rajapolah Tasikmalaya dari arah Bandung, dalam beberapa meter akan menemui sebuah SPBU yang posisinya tepat berada di depan perempatan lampu merah. Ketika sudah sampai depan SPBU, kendaraan anda kemudian berbelok ke arah kiri atau ke daerah Panumbangan sebelum akhirnya sampai di Kecamatan Panjalu.

Sementara apabila titik pemberangkatan dari Ciamis Kota, akan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam atau dengan jarak tempuh sekitar 35 km melalui jalur Baregbeg, Kawali, Lumbung dan kemudian sampai di Kecamatan Panjalu.

Panorama alam Situ Lengkong Panjalu menawarkan keindahan khas daerah pegunungan yang lingkungannya masih asri. Di sekitar Situ Lengkong Panjalu pun terdapat sebuah museum yang bernama Bumi Alit. Di museum itu tersimpan sejumlah benda purbakala seperti Batu Pengsucian, Batu Penobatan, Menhir serta naskah-naskah kuno dan senjata peninggalan milik raja-raja Panjalu masa lalu. Senjata milik para raja itu seperti pedang, genta (lonceng kecil) dan cis yang konon merupakan peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora. ***

Keterangan Foto:

Kawasan Objek Wisata dan Ziarah Situ Lengkong Panjalu, di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Situ Lengkong Panjalu kini menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Ciamis. Foto: Istimewa